|
Mengapa ditabur pasir dipantai?
Mengapa ditabur gula dilautan?
Mengapa menangis diperigi yang keruh?
Mengapa dalam air bayangan wajah dikocak?
Mengapa mendungkan hati sedang langit tanda nak hujan?
Mengapa berjalan tempat berduri?
Pimpin tanganku akan kita tuju tempat yang diredhai
Bersamalah denganku
Setingkat demi setingkat kita daki kepuncak destinasi
Jadikan kehidupan realiti
Bukan angin-angin mimpi
Relakan aku jadi sahabat
Pendengar setia setiap butir bicara
Menjadi coretan kertas putih
Dan engkau jadi penanya
Tuliskan luahan rasa jangan dipendam saja
Sahabat
Esok mari kita berpuasa
Kaki menglangkah kemasjid tuju hala
Berselawatlah dan doakan sejartera
Perjalanan hidup disinari dan diberkati atas RahmatNya
Jika hati tersimpan dendam maafkan saja
~ozziey~
|